
NewsBrata.Com//Manado
Dini hari buta saat Kota Manado masih terlelap, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Utara bergerak senyap. Hasilnya mencengangkan: sebuah jaringan peredaran sabu di jantung Kota Manado berhasil dibongkar, 110 paket sabu siap edar disita.
Pengungkapan besar ini dirilis resmi dalam konferensi pers di Gedung Ditresnarkoba Polda Sulut, Selasa [27/10/2026], dipimpin Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo, didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol Yandrie Makaminan dan Kabag Wassidik AKBP Ahmad Sutrisno.
Kabid Humas menegaskan, pengungkapan ini bukan operasi biasa. Ini adalah jawaban atas instruksi langsung Presiden kepada Kapolri.
“Ini wujud nyata komitmen kami. Perintahnya jelas: pulihkan pengguna, babat habis bandarnya sampai ke akar. Polda Sulut tidak akan memberi ruang bagi narkoba,” tegas Kombes Endrastiawan di hadapan awak media.

Kronologi Dramatis: Dari Jalan 17 Agustus ke Kamar Kos
Operasi berawal Minggu dini hari, 25 Oktober 2026, sekitar pukul 03.00 WITA. Di Jalan 17 Agustus, Kelurahan Bumi Beringin, Kecamatan Wenang, petugas menciduk dua pemuda berinisial DB dan JE.
Saat digeledah, dari tangan keduanya ditemukan 30 paket sabu yang dikemas rapi dalam plastik klip kecil berbalut lakban – modus klasik siap tempur untuk diedarkan.
Polisi tak berhenti. Dari mulut kedua pelaku, tim langsung melakukan pengembangan.
Hanya 30 menit berselang, pukul 03.30 WITA, tim menggerebek sebuah kos yang ditempati DB, masih di kawasan Bumi Beringin. Di sinilah temuan terbesar didapat.
“Di dalam kos, kami menemukan 78 paket sabu lainnya. Dan saat itu juga kami amankan satu orang lagi berinisial DL, yang ternyata menyimpan 2 paket tambahan di badannya,” ungkap Dirresnarkoba Kombes Pol Yandrie Makaminan memaparkan detik-detik penggerebekan.
Total: 110 paket sabu berhasil diamankan dari 3 terduga pelaku.
Bandar Besar Masih Diburu
Lalu dari mana 110 paket maut ini berasal?
Kombes Yandrie mengaku, pihaknya kini tengah memburu otak di balik jaringan ini. Identitas pemasok utama masih gelap dan terus didalami.
“Asal-usul barang masih kami selidiki mendalam. Ini belum selesai. Kami akan bongkar sampai ke jaringan atasnya. Proses hukum akan kami lakukan secara profesional, transparan dan akuntabel,” pungkasnya.
Polda Sulut juga meminta peran aktif masyarakat. Jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan kos, rumah, atau tempat nongkrong, segera lapor ke polisi terdekat. Satu informasi dari warga bisa selamatkan puluhan generasi muda dari bahaya sabu.(Tim**)
