NEWSBRATA.COM//NINAHASA UTARA
Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda, kembali menegaskan dominasi kepemimpinannya dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan berdampak nyata. Di hadapan tim penilai independen ajang paling bergengsi antardaerahi se-Indonesia, Innovative Government Award (IGA) 2026, Joune Ganda memaparkan dua terobosan unggulan Tanah Tonsea: Our Simple Tax dan Dapur CETUS JG-KWL, Kamis (5/11/2026).
Pemaparan ini menjadi titik krusial mengingat keikutsertaan Minahasa Utara membawa gengsi daerah tersendiri. Minut mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya kabupaten/kota dari Provinsi Sulawesi Utara yang berhasil melenggang masuk ke jajaran nominasi IGA 2026.
IGA: Panggung Pembuktian Tata Kelola Pemerintahan Kelas Atas
Ajang Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) bukanlah sekadar kompetisi biasa. IGA merupakan barometer paling sahih dan berstandar tinggi dalam mengukur efektivitas, kebaharuan, serta dampak nyata kebijakan kepala daerah di seluruh Indonesia.
Tahapan penilaian pada 3–5 November 2026 ini menuntut para kepala daerah terpilih membedah secara mendalam keunggulan inovasi, keberlanjutan program, hingga bukti konkret peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terukur.
Transformasi Spektakuler: Dari “Kurang Inovatif” Menuju Puncak
Dalam presentasinya, Joune Ganda membeberkan perjalanan dramatis Minahasa Utara dalam membangun ekosistem tata kelola publik. Wilayah yang membawahi 10 kecamatan, 125 desa, dan 6 kelurahan di antara koridor strategis Manado–Bitung ini terbukti sanggup mengubah tantangan menjadi keunggulan bersaing.
- Loncatan Predikat Inovasi: Minahasa Utara terbukti meluncur drastis secara positif. Dari predikat Kurang Inovatif (2023), melesat menjadi Kabupaten Inovatif (2024), hingga berhasil meraih status predikat puncak sebagai Kabupaten Sangat Inovatif pada 2025.
- Pertumbuhan Kuantitas Inovasi: Jumlah karya inovasi Perangkat Daerah melonjak dari 65 inovasi (2024) menjadi 82 inovasi terdaftar pada 2026.
- Peningkatan Kualitas Hidup (IPM): Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Minut merangkak naik signifikan dari 74,69 (2022) menjadi 77,76 (2025).
”Inovasi daerah tidak boleh berhenti pada konsep baru atau dokumen formalitas belaka. Sebuah inovasi wajib menyelesaikan persoalan fundamental masyarakat, menyederhanakan pelayanan, dan menghasilkan manfaat yang terukur secara statistik maupun sosial,” tegas Joune Ganda secara tajam di hadapan para penguji.
Keberhasilan ini didorong oleh penguatan kelembagaan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), gerakan wajib Satu Perangkat Daerah Satu Inovasi, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga penyediaan Klinik Inovasi Daerah (INNOR)

