8 November 2026

NEWSBRATA.COM//MANADO

Keterbukaan dan kepercayaan orang tua dipertanyakan kembali di lingkungan sekolah kita. Sejumlah orang tua siswa Kelas 7.9 SMP Negeri 1, kini menyayangkan dugaan ketidaktransparanan penggunaan dana yang dikumpulkan untuk pembelian pendingin ruangan (AC) bagi kenyamanan belajar anak-anak mereka di kelas.

Setelah menanyakan langsung kepada putra-putri mereka, para orang tua terkejut ketika mayoritas siswa menyebutkan hanya satu unit AC yang terpasang, padahal dana yang dikumpulkan dari orang tua diduga cukup untuk lebih dari itu. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang memuaskan dari pihak penanggung jawab terkait realisasi dana tersebut.

 

🗣️ PERNYATAAN TEGAS ORANG TUA SISWA ITU ADALAH…

“Kami mengumpulkan uang bukan untuk dipertanyakan ke mana perginya, tapi demi kenyamanan belajar anak-anak kita. Fakta di lapangan berbicara: siswa hanya menemukan SATU AC terpasang. Di mana sisa dananya? Apakah ada kendala pembelian? Atau justru dananya dialihkan tanpa sepengetahuan kami?”

“Ini bukan sekadar soal uang. Ini tentang KEJUJURAN dan PERTANGGUNGJAWABAN. Jangan jadikan kepercayaan orang tua sebagai peluang untuk hal-hal yang tidak benar. Kami minta penjelasan yang jelas, terbuka, dan segera di grup ini. Semua pihak harus belajar: kepercayaan itu mahal, dan jika dirusak, sulit dikembalikan.”

 

📌 PELAJARAN BESAR DARI KASUS INI

Kasus ini menjadi cermin bagi kita semua:

– ✅ Setiap rupiah yang dikumpulkan HARUS ada laporan tertulis lengkap — nota, bukti belanja, sisa uang, semuanya.
– ✅ Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban. Orang tua berhak tahu ke mana setiap sen uang mereka digunakan.
– ✅ Jangan pernah anggap kepercayaan orang tua sebagai hal yang remeh. Anak-anak kita sedang meneladani apa yang kita lakukan. Jika kita mengajarkan kejujuran kepada mereka, kita sendiri HARUS jujur terlebih dahulu.
– ✅ Kesalahan bisa dimaklumi, tapi ketidakterbukaan tidak bisa dimaafkan. Jika ada kendala — katakan sejak awal. Jangan diam saat ditanya.

 

YANG DIMINTA OLEH PARA ORANG TUA SISWA  :

Segera sampaikan laporan lengkap — berapa total uang terkumpul, berapa biaya belanja, berapa sisa uang, dan bukti-bukti resminya. Semua demi satu tujuan: kenyamanan dan ketenangan hati kita semua dalam mendukung pendidikan anak-anak kita. 🙏

Satu hal yg kami sampaikan dari  perwakilan orang tua adalah, Satu Ac terbeli, dana sisa itu tak jelas , ini bukan soal uang, tapi soal kejujuran.

Ini menjadi pelajaran berharga, jangan sakiti kepercayaan orang tua, kasus AC kelas 7.9  harus jadi contoh semua Pihak

 

Semoga Pihak Kepala sekolah memberikan teguran keras kepada Oknum wali Kelas 7.9 ibu Meiske Momuat.

Semoga berita ini cukup tegas, membangun, dan menjadi peringatan yang baik untuk semua pihak yang terlibat. (Welly**)

 

 

Bagikan Artikel:
Link artikel berhasil disalin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *