8 November 2026

Newsbrata.com//Manado-
Angin segar berhembus bagi dunia kebudayaan Sulawesi Utara. Sebanyak 17 pelaku budaya terbaik Sulut resmi menandatangani kontrak sebagai penerima manfaat tahap pertama program Dana Indonesia Raya.

Penandatanganan bersejarah itu berlangsung di Manado, Senin (5/10/2026), yang difasilitasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Sulawesi Utara. Program prestisius ini merupakan inisiatif Kementerian Kebudayaan RI yang didukung penuh pengelolaan Dana Abadi oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

Dari 19 calon penerima yang lolos di tahap awal, 17 di antaranya hadir dan menandatangani kontrak. Mereka berasal dari latar belakang beragam, mulai dari perorangan, komunitas kreatif, hingga lembaga kebudayaan. Satu calon penerima dinyatakan gugur karena berpulang, sementara satu lainnya berhalangan hadir.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara, Anton Hariyanto, S.Kom., M.M.Si., mengungkapkan bahwa ini baru permulaan. Total, ada 42 calon penerima dari Sulut yang telah dinyatakan lolos seleksi ketat tingkat nasional.

“Yang tanda tangan hari ini baru tahap pertama, 17 penerima. Secara keseluruhan ada 42 calon penerima dari Sulawesi Utara. Ini adalah bukti bahwa potensi budaya Sulut sangat diperhitungkan di tingkat nasional,” ujar Anton.

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Investasi Masa Depan Budaya

Anton menegaskan, Dana Indonesia Raya yang sebelumnya dikenal sebagai Dana Indonesiana ini bukanlah sekadar bantuan dana. Ini adalah investasi negara untuk memastikan denyut kebudayaan, sekecil apapun, tetap hidup di tengah masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya Dana Indonesia Raya ini, kegiatan-kegiatan kebudayaan sekecil apapun tetap bisa dilaksanakan. Ini adalah energi baru bagi komunitas kita,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kontrak yang ditandatangani memiliki kekuatan hukum dan tanggung jawab moral. Setiap penerima wajib menjalankan program sesuai kesepakatan dan mempertanggungjawabkannya secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Penandatanganan ini bukan formalitas. Yang paling penting adalah selain dilaksanakan kegiatan tersebut, pertanggungjawabannya juga harus diselesaikan dengan baik. Jangan ada tindakan di luar ketentuan dalam kontrak,” tegas Anton.

Pihaknya membuka pintu komunikasi seluas-luasnya jika penerima menemui kendala di lapangan, agar semua persoalan dapat diselesaikan secara internal dan kekeluargaan.

Amanah yang Harus Dijaga

Senada, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara, Ariyanto Batara, M.Pd., yang turut hadir, memberikan pesan mendalam kepada para penerima.

Menurutnya, dana yang diterima adalah sebuah kepercayaan besar yang harus dijaga.

“Penandatanganan ini bukan hanya berarti di atas kertas. Tapi lebih dari itu, ini adalah bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kepada Bapak-Ibu semua kelebihan ini,” ujar Ariyanto.

Dikelola Profesional, Bersih dari Gratifikasi

Dana Indonesia Raya bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan yang dikelola secara profesional oleh LPDP. Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Dr. Ayom Widipaminto, memastikan pengelolaan dana dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi.

“LPDP berkomitmen mengelola Dana Abadi Kebudayaan secara profesional sebagai fund manager. Hingga 3 Mei 2026, realisasi anggaran telah mencapai Rp172,22 miliar dari total alokasi Rp500 miliar tahun ini. Kami pastikan prosesnya bersih dari gratifikasi dengan kebijakan anti-penyuapan yang ketat,” ungkap Ayom.

Penyaluran dana sendiri dilakukan secara bertahap dengan skema 50%, 30%, dan 20%, yang disesuaikan dengan progres capaian kinerja dan laporan pelaksanaan kegiatan.

Dengan dukungan ini, 17 pelaku budaya Sulut kini bersiap menggerakkan kembali panggung-panggung budaya, sanggar-sanggar tradisi, dan ide-ide kreatif yang akan memperkuat identitas dan ekosistem kebudayaan Sulawesi Utara untuk generasi mendatang.

Masih ada 25 penerima lainnya yang akan menyusul di tahapan berikutnya sesuai jadwal dari Kementerian Kebudayaan. (RED**)

Bagikan Artikel:
Link artikel berhasil disalin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *