BITUNG, NEWSBRATA.COM – Dinamika pencalonan dalam Pilkada 2024 di Sulawesi Utara menjadi sorotan dalam kegiatan bedah buku “Pasang Surut Pencalonan Pilkada Tahun 2024 di Sulawesi Utara” yang digelar KPU Kota Bitung, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Aula Kantor KPU Kota Bitung itu tidak hanya membahas isi buku, tetapi juga membuka ruang evaluasi terhadap proses dan dinamika tahapan pencalonan yang telah berlangsung pada Pilkada 2024.
Sejumlah penyelenggara pemilu, akademisi, perwakilan KPU kabupaten/kota, media massa, LSM dan undangan lainnya turut mengikuti kegiatan tersebut.
Buku yang menjadi bahan diskusi ditulis Prof. Dr. Viktory Rotty, yang juga hadir sebagai narasumber. Sementara Prof. Dr. Ronald, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), hadir sebagai panelis.
Dari KPU Kota Bitung, kegiatan diikuti secara daring oleh Ketua KPU Bitung Deslie Sumampouw, Sekretaris KPU Bitung Poula Tuturoong serta komisioner KPU Bitung Yunoy Rawung dan Frangky Takasihaeng. Perwakilan KPU Minahasa dan KPU Talaud juga turut hadir.
Ketua KPU Bitung Deslie Sumampouw mengatakan, bedah buku tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan akademis, tetapi dapat menjadi bahan masukan bagi penyelenggara pemilu dalam menghadapi tahapan-tahapan pemilu berikutnya.
Menurutnya, pengalaman dan dinamika yang muncul dalam proses pencalonan perlu dicatat dan dikaji agar dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan pemilu ke depan.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara Kenly Meydi Poluan yang mengikuti kegiatan secara daring sebagai keynote speaker menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut program KPU RI dan KPU daerah.
Kenly juga mengapresiasi kontribusi Prof. Viktory Rotty melalui buku yang mengulas dinamika pencalonan Pilkada 2024 di Sulawesi Utara.
Ia menilai buku tersebut memiliki dimensi normatif karena turut membahas berbagai pijakan regulasi yang menjadi dasar dalam tahapan pencalonan.
“Yang pasti sebuah buku itu ada dimensi. Secara umum saya bisa melihat konteks normatif dalam buku ini tentu disuratkan dalam berbagai pijakan regulasi terkait ketentuan dalam tahapan pencalonan,” katanya.
Di sisi lain, Prof. Viktory Rotty mengatakan, lahirnya buku tersebut tidak terlepas dari dinamika tahapan pencalonan Pilkada 2024 yang terus berkembang.
Menurut Rotty, berbagai peristiwa dan persoalan dalam proses pencalonan perlu didokumentasikan dan dikaji agar tidak berhenti sebagai catatan sesaat.
“Seperti kata pepatah, kalau kita mau mengenal dunia maka kita harus membaca dan ketika kita ingin dikenal dunia maka kita harus menulis,” katanya.
Ia menjelaskan, buku tersebut disusun berdasarkan sejumlah dinamika dan kasus yang terjadi selama tahapan pencalonan Pilkada di Sulawesi Utara.
Kajian tersebut, kata Rotty, diharapkan dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi para penggiat pemilu, tetapi juga masyarakat yang ingin memahami lebih jauh proses penyelenggaraan Pilkada.
“Kami ingin mengkaji lebih dalam, bukan hanya kepada kita sebagai penggiat pemilu tetapi juga masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Rotty juga menyoroti peran media massa dalam membantu membuka informasi mengenai proses pemilu kepada publik. Menurutnya, media memiliki ruang strategis untuk mendorong masyarakat lebih aktif mencari dan memahami informasi terkait tahapan pemilu.
“Di sini ada tugas untuk media massa, untuk mendorong agar masyarakat mencari tahu hal yang menarik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, buku tentang dinamika pencalonan Pilkada 2024 tersebut merupakan bagian dari sejumlah karya yang telah ditulis bersama rekan-rekannya.
“Karena itu semua yang kita lakukan sebaiknya dipublikasikan,” pungkasnya.***
